Kelompok Cipayung Gagas Islah KNPI

0
dualisme knpi kota bekasi

METROBEKASI.CO – Ciri-ciri khusus yang melekat dalam diri pemuda adalah jiwa kepeloporan. Karenanya, pemuda harus senantiasa menjadi pelopor terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegera.

Hal ini disampaikan Akbar Tanjung dalam Diskusi Publik bertema Peran Pemuda dalam Pembangunan Pendidikan Karakter di Era Globalisasi yang diselengarakan Kelompok Cipayung Bekasi (HMI, GMNI, GMKI, PMII) di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Kamis (10/8).

Mantan Ketua DPR pada era reformasi itu mengatakan, dalam setiap gerak momentum kebangsaan, pemuda Indonesia selalu tampil menjadi pelopor.
“Hari kebangkitan nasional, sumpah pemuda dan proklamasi kemerdekaan semua lahir karena kepeloporan pemuda,” kata dia.

Selain kepeloporan, pemuda Indonesia harus juga memiliki jiwa kepemimpinan dan sadar bahwa dirinya adalah calon pemimpin masa depan dari bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ia berpesan agar para pemuda mempersiapkan diri.

“Pemuda harus punya jiwa kepemimpinan, sebab mereka pemimpin masa depan. Pemuda harus sadar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam segala hal,” kata Menteri Perumahan era Soeharto, itu.

Dan yang terpenting kata dia, pemuda harus memiliki idealimse dalam dirinya. Sehingga setiap gerak dan langkah seorang pemuda selalu berlandaskan semangat tersebut.

“Pemuda harus memiliki idealisme, idelisme seperti apa. Tentu idealisme yang mengarah kepada semangat berbangsa dan bernegara dan membela kepentingan rakyat,” kata dia.

Sementara itu, Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Riad Osca mengatakan, bahwa pemuda hari ini harus memiliki jati diri. Tanpa jati diri, pemuda agar tergilas dengan perubahan yang begitu cepat.

“Jati diri, itu yang terpenting. Jadi pemuda harus memiliki itu dalam dirinya,” kata dia.

Alumnus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Effendi Choirie mengatakan, ada beberapa aspek yang harus pemuda miliki, salah satunya, aspek kepemimpinan, keilmuan dan berdikari.

“Kita tidak hanya harus berilmu dan memiliki jiwa kepemimpinan. Tapi kita juga harus berdikari dalam ekonomi. Jiwa enterpreneur penting agar kita tidak sebagai aktivis tidak selalu nodong proposal ke senior, kepemda. Dan terbukti hari ini lapangan politik banyak dikuasi oleh pemegang kapital dan kebanyakan aktivis tersingkir,” ujar pria yang akrab disapa Gus Choi, tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, Tedi Hafni mengatakan, Pemkot Bekasi selalu siap menjadi fasilitator untuk pengembangan diri para pemuda di Kota Bekasi.

“Kita terus berusaha bagaimana pemuda Kota Bekasi ini bisa lebih berdaya saing di tengah era persaingan global dengan sejumlah program yang kami siapkan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Bekasi, Akmal Fahmi mengatakan, diskusi kepemudaan yang digagas oleh Kelompok Cipayung Bekasi lahir dari keprihatinan Kelompok Cipayung atas persoalan kepemudaan di Kota Bekasi.

Hal yang paling disorot adalah, adanya dualisme wadah kepemudaan di Kota Bekasi yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di bawah kepemimpinan Ari Tarigan dan Gilang Esa.

“Dualisme di tubuh KNPI Kota Bekasi tidak sehat bagi iklim kepemudaan. Karenanya kita ingin agar semua bisa duduk bersama dan mimikirkan bagaimana KNPI bersatu. Meskipun bagi kami sendiri, ada tidaknya KNPI tidak berpengaruh bagi kelangsungan ogranisasi yang ada di Kelompok Cipayung,” kata Akmal.

Diskusi Publik yang dipandu Pimpinan Redaksi Klik Bekasi, Ivan Faizal dihadiri sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan di Kota Bekasi bahkan dua Ketua KNPI juga hadir, dari Ari Tarigan dan Gilang Esa. (han)

531 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama