NU Kota Bekasi Tolak Full Day School

0
pcnu kota bekasi

METROBEKASI.CO – Keluarga Besar Nadlatul Ulama (NU) Kota Bekasi secara tegas menolak rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi yang akan merubah jam pelajaran sekolah menjadi delapan jam dalam lima hari.

Penolakan NU, berdasarkan rapat besar yang dilakukan PCNU bersama Badan Otonom dan Lajnah NU, Kamis (10/8/2017) di Gedung NU Center Rawalumbu Kota Bekasi. Kesepakatan yang dilahirkan antara lain ialah menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, Ikhtiar bersama atas penolakan Full Day School dan melakukan aksi damai pada 25 Agustus 2017.

“Kesepakatannya adalah menolak rencana Mendikbud yang menetapkan jam sekolah menjadi delapan jam,” ujar Wakil Sekretaris Umum PCNU Kota Bekasi, Alit Jamaludin.

Menurutnya, para Kyai dan PBNU sendiri secara tegas menolak hal tersebut. Sebab, kebijakan yang dilakukan Mendikbud akan berimbas negatif terhadap sekolah-sekolah berbasis agama islam, salah satunya adalah Madrasah Diniyah yang menjadi ruang bagi siswa sekolah dasar untuk mengenyam pendidikan agama selepas melaksanakan sekolah reguler.

Menurut Alit, Madrasah Diniyah memiliki peran strategis untuk penanaman nilai agama bagi anak dan usia remaja. Jika dibatasi dengan program full day school, maka selain minim pendidikan agama, anak-anak juga akan memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi sosial, terutama dalam upaya pengembangan minat dan bakat anak di luar sekolah.

“Jelas aturan ini merugikan, dan NU secara keseluruhan menolaknya,” tandas Alit.

Seruan menolak full day school, telah dilakukan PBNU sejak seiring dikeluarkannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Hal itu juga diperkuat pada kegiatan Halaqah kebangsaan sesi kedua yang digelar di Hotel Acacia Jl. Kramat Raya Jakarta, Senin (7/8/2017) kemarin yang menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Pertama, Presiden Jokowi diminta untuk memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk mencabut Permendikbud yang mengatur kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Kedua, mengimbau masyarakat untuk tidak memilih calon legislatif (caleg) dari partai-partai yang tidak mendukung pencabutan Permendikbud yang mengatur kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Ketiga, mendorong DPP PKB agar memerintahkan seluruh anggota DPR PKB, DPW dan DPC untuk memfasilitasi aksi turun ke jalan menolak Permendikbud yang mengatur kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Keempat, meminta PBNU untuk memerintahkan anggota DPR dari kalangan Nahdliyin untuk mendukung pencabutan Permendikbud yang mengatur kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Kelima, meminta kepada LP Ma’arif NU untuk mendukung serta menginstruksikan dzikir serempak di seluruh madrasah dan sekolah di bawah naungan lembaga tersebut dengan bekerja sama dengan Pengurus Komisariat IPNU/IPPNU yang berkedudukan di sekolah. (lam)

962 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama