Sudah Langka, Harga Jengkol Kembali Meroket

0
harga sayur di bekasi

METROBEKASI.CO – Kenaikan harga jengkol yang mencapai angka lebih dari Rp 100 ribu perkilonya, membuat para pedagang nasi uduk di Bekasi tidak menjualnya. Selain mahal, jengkol juga sulit ditemukan di pasar tradisional.

Padahal, meskipun harganya yang meroket melebihi harga daging, makanan khas yang digandrungi adat Betawi ini tetap diburu oleh para penikmatnya. Namun hampir sebagian besar pedagang nasi uduk yang identik dengan lauk jengkolnya, tidak didapatkan. Alasannya jengkol langka.

“Saya udah ke beberapa pasar tetap aja sulit. Padahal langganan saya gak pernah keberatan sama harganya,” terang Nurdin, pedagang nasi uduk di Kampung Ceger, Jakasetia Bekasi Selatan, Jumat (21/4/2017).

Berbeda dengan Nurdin, pedagang nasi uduk yang dijuluki ‘Babalu’ tetap konsisten menjual nasi uduk dengan lauk jengkol. Hanya mengenai harganya juga ikut naik, dari yang semula satu porsi nasi dengan lauk jengkol Rp 10 ribu menjadi Rp 14 ribu.

“Jengkol seperempat kilonya Rp 30 ribu, jadi Babalu jual permata jengkol Rp 2 ribu,” katanya kepada metrobekasi.co.

Kenaikan harga jengkol, tidak menyulut sayuran jenis lainnya. Di Pasar Baru Bekasi harga sayur mayur tetap stabil meskipun sebulan ke depan sudah mendekati bulan Ramadan.

Petugas Pasar Baru Bekasi, Agus Karyadi mengatakan pihaknya sudah mendata seluruh jenis sayuran berikut sembako (sembilan bahan pokok). Semuanya kata dia tidak mengalami kenaikan.

“Sampai saat ini baik harga sembako maupun sayuran belum mengalami kenaikan,” kata Agus.

Saat ini harga sayuran seperti Cabai Rawit tetap Rp 50.000/kg, Cabai Kriting Rp 16.000-Rp 20.000/kg, sedangkan untuk Bawang Merah Rp 25.000-Rp 28.000/kg. Untuk harga Bawang Putih Rp 45.000-Rp 50.000/kg dan harga Daging Sapi masih berkisar Rp 110-120 ribu. Sementara harga ayam menurutnya tetap Rp 32-35 ribu/kg.

“Menjelang datangnya bulan Ramadhan, agar masyarakat bisa langsung mendapatkan informasi baik harga maupun kegiatan pasar. Pengelola pasar akan membuatkan sejenis papan informasi, yang langsung bisa dilihat oleh umum. Ini dilakukan supaya masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi,” jelasnya. (rom)

1,516 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama