Kementerian PUPR Sokong Pembangunan Kota Bekasi

0
menteri pupr dengan walikota bekasi

METROBEKASI.CO – Wali Kota Bekasi mengusulkan sejumlah agenda prioritas pembangunan yang dicanangkannya selama lima tahun dalam pertemuan hangatnya bersama Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimoeljono, di Hotol Horison Bekasi, pada acara Forum Mitra Kota Bekasi, Jumat (21/4/2017) malam.

Kota Bekasi, kata Rahmat adalah Kota yang memiliki perbatasan paling terdekat dengan Provinsi DKI Jakarta. Hampir setiap harinya, pergerakan penduduk yang keluar masuk di Kota Bekasi, bisa mencapai 259 ribu jiwa.

“Banjir dan Kemacetan salah satu agenda prioritas yang dituangkan dalam RPJMD Kota Bekasi lima tahunan, oleh sebab itu perlu dan butuhnya koordinasi dan sinergitas antara Pemerintah Kota, Provinsi dan Pusat,” jelasnya.

Menurutnya, agenda prioritas tersebut juga membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga sampai saat ini masih belum rampung diselesaikan. Sementara dalam perjalanannya, pembangunan di Kota Bekasi pun juga beriringan dengan program dari Pemerintah Pusat, yakni Tol Becakayu, IRT dan lainnya.

“Kami berharap, dengan hadir malam ini, minimal ada akses, bagaimana Kota Bekasi bisa menyelesaikan tahun infrastrukturnya, karena Kota Bekasi banyak bersinggungan dengan program pusat seperti becakayu, IRT dan lainnya. Selain itu juga, banyak hal yang membutuhkan anggaran luar biasa, yaitu untuk mengurangi macet dan banjir,” beber Rahmat.

Meski demikian, ia optimis, bahwa hasil dari pembangunan yang ada akan membawa laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi lebih cepat.

“Saya yakin Kota Bekasi akan lebih cepat pertumbuhannya, karena uang yang berputar disini tinggi. Tentu ini perlu adanya sinergitas dan koordinasi baik dengan Pusat (Kementerian), maupun Provinsi,” imbuh pria yang akrab disapa Bang Pepen itu.

“Kita harap apa yang kita canangkan dalam pembangunan ini dapat melakukan perubahan-perubahan, sehingga visi misi Kota Bekasi terwujud,” tambahnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Koswara Hanafi menambahkan, bahwa pertemuan ini bisa menjadi wadah komunikasi yang baik antara Pemkot Bekasi dengan Provinsi DKI, Provinsi Jabar dan Pusat, sebagai pemangku kepentingan startegis terkait pembangunan di Kota Bekasi.

“Ini perwujudan, bagaimana membangun Kota Bekasi, yang mana harus bersama-sama. Pembangunan ini berkaitan, kondisi, persoalan dan usulan dari SKPD, akan disampaikan ke Pemerintah Pusat dan Provinsi. Usulan yang diberikan SKPD akan di rangkum oleh Bappeda, karena melihat kemampuan fisikal kita, perlu biaya yang cukup besar,” tandasnya.

Dalam pertemuan itu, Basuki Hadimoeljono mengatakan, pihaknya akan membantu suksesi program yang dicanangkan oleh Pemkot Bekasi selama lima tahun berjalan seperti banjir, pembuatan sumur resapan (embung) dan penyediaan air bersih.

“Saya adalah warga Bekasi yang di amanahkan di PUPR, maka saya akan berusaha lebih di Kota yang saya tinggali ini, dibandingkan kota atau kabupaten lain, yang penting rasional dan bermanfaat,” ungkap Menteri PUPR.

Dengan APBD Kota Bekasi yang saat ini mencapai Rp 5,5 Triliun, menurutnya tidak akan bisa menghasilkan apa-apa, jika tidak diselaraskan antara komunikasi dan program yang ada.

“Bekasi sudah masuk dalam salah satu usulan pusat, sehingga tidak ada kesulitan administrasi. Pembuatan embung bisa dibantu oleh pusat. Kita harus sinergi, pusat dan daerah. Kita juga ada program pengendalian banjir kali Bekasi dan Cikeas, ini program Dirjen Menteri PUPR,” jelasnya. (alf)

1,093 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama