Guru Honorer Kembali Tagih Janji Wali Kota

0
guru honorer kota bekasi

METROBEKASI.CO – Puluhan Guru dan Tenaga Pendidik non Pegawai Negeri Sipil SD dan SMP se-Kota Bekasi kembali menggeruduk kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jumat sore (21/4/2017).

Kedatangan mereka itu tidak lain menuntut atas haknya yang selama ini sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga honorer namun belum juga ditingkatkan statusnya menjadi tenaga kerja kontrak (TKK) di Kota Bekasi.

Firmansyah, Koordinator Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Bekasi mengatakan, kedatangan dirinya beserta rombongan guru honorer ini untuk meminta kepastian yang jelas dari hasil pelulusan verifikasi yang dilakukan BKPPD dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

“Belum ada tuh SK yang sampai hari ini kami terima. Ini tuntutan atas tindaklanjut hasil dari verifikasi kemarin, yang sampai saat ini belum jelas mau dikasihkan atau tidak,” kata Firman kepada awak media.

Wali Kota Bekasi, kata Firman, sebelumnya pernah menjanjikan akan mengeluarkan SK TKK bagi guru dan tenaga honorer yang lulus verifikasi. Namun, hingga hari ini pihaknya belum menerima apa yang sudah di janjikan orang nomor satu di Kota Bekasi itu.

“Saya sudah tanya ke Disdik, tetapi belum ada, belum jelas. Sampai saya menanyakan itu kapan mau dikeluarin atau tidak, juga belum jelas,” ungkapnya.

Belum lama ini, lanjut dia, guru dan tenaga pendidik honorer yang dinyatakan lulus verifikasi kemarin, sudah melakukan tandatangan SPJ, namun bukan tentang SK yang dijanjikan, melainkan untuk honor bantuan.

“Kemarin Wali Kota bilang nanti yang keluar itu adalah SK TKK, tetapi ketika kami menandatangani SPJ, yang keluar itu malah untuk honor bantuan, bukan SK TKK,” jelas Firman.

Masalah lain yang mengundang kecurigaan ialah ketika banyaknya guru dan tenaga pendidik baru yang tanpa pengabdian menerima honor TKK, tidak seperti ia dan pihaknya yang telah lama mengabdi di Kota Bekasi.

“Makanya kenapa banyak yang tidak mengabdi terus mendapatkan honor TKK, bukan seperti kami yang mendapat honor bantuan?” tanya dia.

Kesejahteraan honorer ini, sambung Firman, juga sudah di sepakati oleh Wali Kota dengan para Kepala Sekolah dan Kepala UPTD Pembinaan SD se-Kota Bekasi di Summarecon beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, kesejahteraan itu diberikan dari masing-masing tempat guru dan tenaga pendidikan honorer mengabdi.

“Kemarin itu sudah sepakat, kesejahteraan itu diberikan dari masing-masing tempat guru dan tenaga pendidik honorer mengajar. Kalau misalnya dia mendapat Rp 700 ribu per-bulan, maka akan ditambahkan 75 persen dari honor yang diterima setiap bulannya itu,” terang dia.

Selain itu, dari 2.565 guru dan tenaga pendidik honorer Kota Bekasi yang telah lulus verifikasi pada waktu itu, juga masih ada 200 orang honorer yang belum melakukan verifikasi.

Firman berharap, aksinya ini adalah yang terakhir. Artinya, peningkatan status para guru dan tenaga pendidikan honorer yang telah lulus verifikasi, segera terealisasikan.

“Kami akan terus aksi kalau sampai tuntutan yang kami keluhkan selama ini belum di respon juga,” tutupnya. (alf/vin)

1,801 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama