Rumah Nenek Tua Ini Butuh Sentuhan Pemerintah

1
rumah tidak tersentuh rutilahu
USANG: Rumah yang sudah lapuk ini menjadi istana bagi nenek berusia 70 tahun ini bersama anak dan cucunya. Kondisi memprihatinkan tanpa empati Pemerintah Kota Bekasi.

METROBEKASI.CO – Miris bila melihat kondisi rumah tinggal seorang nenek tua berusia 70 tahun ini. Betapa tidak, bangunan berukuran tidak lebih dari 3 x 5 meter itu bisa dimasuki binatang sebesar kerbau. Sebab, dinding rumah yang terbuat dari kayu triplek sudah lapuk dan usang, sehingga hampir separuh badan rumah nampak bolong seperti goa.

Entah apa yang ada dibenak instansi Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu terhadap rumah milik Nenek Nonon yang beralamat di Jl. H. Sinan 3, Kampung Pengasinan RT 005 RW 27 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu. Nampak acuh atau tidak peduli terhadap warganya yang masuk dalam kategori dibawah kemiskinan.

Padahal, Pemerintah Kota Bekasi tengah bersemangat untuk mewujudkan visi Maju, Sejahtera dan Ihsan yang notabene masyarakat Kota Bekasi harus hidup layak baik dalam sandang maupun papan. Karena itu, berbagai program kesejahteraan rakyat menjadi prioritas Wali Kota Bekasi.

Perhatian Pemerintah Kota Bekasi patut dibilang nol besar terhadap realita yang dialami wanita lanjut usia ini. Ia tinggal di gubuk reot yang kondisinya sangat memprihatinkan. Seharusnya pemerintah memprioritaskan rumah tersebut untuk diperbaiki.

Celoteh warga yang melihat rumah tersebut menyebut kamar MCK (Mandi, Cuci, Kakus) lebih bagus daripada rumah yang didiami Nenek tua bersama anak dan cucunya itu.

Menurut Yeni (38th) putri dari Nenek Nonon mengaku sedih dengan kondisi rumah yang ditempatinya itu. Selain kondisi matrialnya sudah lapuk, beberapa bagian dinding yang dibalut dengan kayu triplek sudah bolong. Manakala hujan dan angin berembus, maka air membanjiri rumahnya.

Yeni dan orangtuanya pasrah terhadap keadaan, sebab penghasilan yang didapat olehnya tidak mencukupi untuk memperbaiki rumah.

“Ingin sekali punya uang banyak untuk memperbaiki rumah. Tetapi kita gak sanggup, sampai sekarang rumah bertambah parah kondisinya,” ucap Yeni dengan lirih, Rabu (19/4/2017).

Kondisi yang didapat metrobekasi.co, bangunan sederhana yang berukuran 3 x 5 meter itu hanya dilapisi kayu tiplek sebagai pembatas dinding, untuk bagian atap menggunakan asbes, dan lantai hanya beralaskan tanah. Sementara yang menarik adalah pada kamar MCK berdiri kokoh.

Menurut Yeni, pada tahun 2013 lalu ia sudah mendapat bantuan Rutilahu melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), namun untuk nilai anggaran yang didapat serta bahan matrial secara keseluruhan tidak dijelaskan oleh BKM, ia hanya sebatas menandatangani dan membayar tukang.

“Dulu udah pernah dapat bantuan, tetapi kita sekeluarga gak ngerti berapa yang didapat. Cuma BKM minta kita tanda tangan dan bantu sediakan makanan dan bayar tukang,” jelas Yeni.

Untuk bangunan MCK, lanjut Yeni, merupakan sumbangsih dari warga dan pihak Kamtibmas yang dilakukan secara swadaya. Karena itu, bangunannya nampak kokoh dan layak untuk digunakan keperluan sehari-hari.

“Warga dan Kamtibmas patungan bangun MCK ini. Alhamdulillah mereka peduli sama kita. Hingga sekarang kamar mandi itu masih bagus, hanya rumah saja yang reot,” ungkapnya.

Yeni berharap, pemerintah mau kembali membangun rumahnya agar layak untuk ditempati, namun pada prosesnya dilakukan secara terbuka tanpa ada yang ditutupi.

“Semoga Pak Wali Kota dan para pejabat pemerintahan sudi dan ikhlas membantu kami sekeluarga,” tandasnya.

Laporan : Manda
Editor    : Handika Nuralam

1,900 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

1 KOMENTAR

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama