Dewan Transportasi Diminta Perhatikan Ruang Partisipasi Publik

0
dewan transportasi kota bekasi

METROBEKASI.CO – Anggota komisi II DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan mengatakan keberadaan Dewan Transportasi merupakan kebutuhan bagi kota-kota besar di dunia. Hanya saja ia berharap nantinya Dewan Transportasi Kota Bekasi ini tidak sekedar simbolis tapi juga harus menunjukkan kinerjanya yang serius.

“Saya mengapresiasi pemerintah kota Bekasi yang sudah membentuk dan melantik Dewan Transportasi, karena ini memang sudah menjadi kebutuhan kota dengan karakter metropolitan,” ucap Kurniawan.

Sebagai langkah apresiatif atas terbentuknya lembaga tersebut, Kurniawan memberikan 5 poin catatan sekaligus arahannya terkait kinerja Dewan Transportasi Kota Bekasi agar efektifitasnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pertama, Dewan Transportasi Kota Bekasi ini tidak sekedar simbolik tapi juga mampu menunjukkan kinerjanya dengan serius. Menurut dia, Dewan Transportasi Kota Bekasi harus mampu menyerap dan memberikan ruang bagi partisipasi publik yang jauh lebih luas untuk memberikan kontribusi ide dan gagasannya terhadap pembangunan di kota Bekasi.

Selama ini kata Kurniawan, masyarakat tidak memiliki saluran yang jelas dalam memberikan masukan, ide dan gagasan kepada eksekutif dalam pembangunan sistem transportasi.

“Dewan Transportasi harus mampu membuka ruang partisipasi publik. Silahkan buat instrumennya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Poin kedua, lanjut Kurniawan, kebijakan transportasi publik di kota-kota besar basisnya adalah kajian yang jelas. Sebagai contoh moda transportasi Bajaj yang sekarang masih dalam uji coba. Organda mengatakan ada kajiannya, namun hingga kini DPRD tidak pernah menerima hasil kajian tersebut.

“Bukankah kajian itu sendiri sudah dilakukan di Bappeda, Dishub, dan ini harusnya bisa di elaborasikan oleh Dewan Transportasi Kota Bekasi. Harus dilihat bagaimana sesungguhnya tatanan transportasi lokal di kota Bekasi yang ideal hari ini dan masa depan. Mereka harus mampu memberikan kontribusi forcasting transportasi, kedepan itu tren transportasi di kota Bekasi akan seperti apa,” tambah Kurniawan.

“Ketiga, Kita menyadari SDM di Dinas Perhubungan dari tahun ke tahun rencana kerja yang dihasilkan begitu-begitu saja tanpa ada trobosan yang berarti. Untuk itu Dewan Transportasi harus mampu memberikan ide ide segar, narasi baru dalam membentuk rencana kerja di kota Bekasi khususnya pada sektor transportasi,”.

Keempat, Dewan Transportasi diharapkan dapat merangkul stakeholder yang berkompeten di bidang transportasi dan tidak hanya Organda. Menurutnya, para pengguna jalan, pengguna sepeda dan pengguna transportasi lainnya harus diajak urun rembuk.

“Kota Bekasi sebagai kota yang sedang berkembang, growing city tapi juga jumlah kendaraannya juga cukup banyak dan kota Bekasi juga punya persoalan yang luar biasa disetiap akhir pekan dan ini juga harus dicarikan solusinya,” kata Kurniawan.

Terakhir sebagai poin kelima, DPRD meminta agar komposisi dalam struktur Dewan Transportasi harus melibatkan berbagai unsur, terutama para pakar yang ahli di bidang transportasi.

“Kita belum mengetahui siapa saja personil lengkapnya Dewan Transportasi. Kita berharap 20 orang personil Dewan Transportasi ini dapat bekerja secara efektif dan kami di komisi II menunggu untuk bisa bersinergi dengan Dewan Transportasi serta juga tidak menafikan tupoksinya Dinas Perhubungan yang sesungguhya lebih dominan dalam urusan teknis,” tandasnya. (mha)

985 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama