8 Bulan Tak Digaji, TKW Asal Pebayuran Bekasi Terlantar di Mesir

0
evi sugianto bekasi

METROBEKASI.CO – Nahas dialami oleh Evi Sugianto (35), warga Kp. Bulak Daham RT 004/05 Desa Karang Patri Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita atau TKW di Kairo Mesir sejak 2014 lalu dikabarkan hilang komunikasi dengan keluarganya sepekan terakhir.

Kepada metrobekasi.co, Syamsul, kerabat Evi Sugianto mengungkapkan bahwa saudarinya itu tengah mengalami berbagai kesulitan ditempatnya bekerja. Selain tidak mendapat gaji sejak 8 bulan lalu, Evi juga tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia serta dilarang berkomunikasi dengan keluarga.

“Boleh pulang asal Evi membayar uang kepada majikan sebesar 2650 Us Dollar atau sekitar Rp 30 juta. Sudah itu, Evi dilarang menggunakan handphone, saya komunikasi terakhir seminggu lalu dan itu pun menggunakan handphone temannya,” terang Syamsul, Senin (10/4/2017).

Pihak keluarga, kata Syamsul, sangat khawatir dengan kondisi Evi. Apalagi kedua anaknya yang ditinggalkan juga membutuhkan biaya untuk sekolah dan kehidupan sehari-hari.

“Keluarga di kampung sangat khawatir takut terjadi apa-apa sama Evi. Saya sudah menghubungi penyalur (agen) dan pihak PT Kristal Biru yang memberangkatkan Evi ke Mesir. Tetapi mereka terkesan abai dan lepas tanggungjawab,” kata Syamsul. Ia mengatakan bakal melaporkan masalah ini ke BNP2TKI.

“Saya mau lapor ke pemerintah agar bertindak dan memulangkan Evi ke kampung halaman,” tukasnya.

Untuk diketahui bahwa awal mula Evi Sugianto menjadi TKW melalui Amir, warga Desa Sukalaksana Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi yang diketahui sebagai agen penyalur PT Kristal Biru. Kejadian tersebut pada September 2014.

Oleh Amir, Evi dibawa ke sebuah penampungan di wilayah Jatibening Kota Bekasi. Selama 2 minggu Evi tinggal di penampungan tersebut, dan setelah dokumen seperti Passport dan lainnya selesai Evi diberangkatkan oleh pihak PT Kristal Biru menuju tempat yang belum diketahui oleh Evi.

Menurut Syamsul, untuk menempuh perjalanan ke Kairo Mesir, Evi harus menginap di Batam dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal laut menuju Malaysia. Setelah sampai di Malaysia, Evi diberangkatkan menggunakan pesawat dengan tujuan Negara Sudan, dan baru setelah itu Evi tiba di Kairo Mesir.

“Yang anehnya, sejak di Batam Evi harus mengumpat apabila ada pihak kepolisian. Begitu juga di Malaysia dan Sudan. Jika legal kenapa proses perjalanannya seperti itu,” tandas Syamsul. (lam)

1,772 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama