BPK RI Perwakilan Jabar Periksa LKPD Pemkot Bekasi

0
Wali Kota Bekasi menerima langsung kedatangan tim auditor BPK RI Perwakilan Jawa Barat

METROBEKASI.CO – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Jawa Barat, melakukan pemeriksaan hasil penyediaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Bekasi tahun 2016.

Kedatangan tim auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat ini, diterima langsung oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi  berserta jajarannya, di ruang rapat Wali Kota Bekasi, Selasa (4/4/2017).

Rahmat Effendi mengatakan, pemeriksaan ini sudah rutin dilakukan setiap tahunnya oleh BPK, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, untuk melakukan pemeriksaan laporan keuangan setiap Pemerintah Daerah.

“Tahun lalu kita meraih WTP, tentunya sekarang harusnya tidak jauh berbeda. Saya akan ikuti betul tahap demi tahapan ini, tentunya harus lebih baik dari tahun lalu,” jelas orang nomor satu di Pemkot Bekasi itu.

Menurutnya, pemeriksaan ini memiliki tujuan penting, untuk menguji kewajaran penyajian laporan keuangan setiap Pemda dan akan diberikan penilaian melalui opini yang dikeluarkan oleh BPK.

“Seluruh Kepala  Perangkat Daerah (PD) beserta jajarannya harus kooperatif dengan tim audit. 99 persen yang bertanganggung jawab adalah sekretaris dengan kepala Perangkat Kerja (Kepala Dinas, red) yang ada,” ujar Rahmat.

Sementara, Nur Habib, Ketua tim auditor BPK RI Perwakilan Jabar mengatakan pemeriksaan melewati beberapa tahap secara terinci, diantaranya melakukan penilaian resiko dan penentuan sampling, sebagai bukti pelaksanaan penyerapan anggaran tahun anggaran 2016 Pemkot Bekasi.

“Penilaian berdasarkan dokumen dan informasi yang ada, bila ada temuan bisa didiskusikan, dilengkapi datanya yang dilihat dair dua sisi pemeriksa dan yang diperiksa,” ungkap Habib.

Kota Bekasi pada tahun 2016 lalu meraih perdikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, namun kata Habib, masih ada beberapa pekerajaan rumah (PR) yang harus diperbaiki. Meski begitu, ia berharap, WTP tersebut dapat dipertahankan hingga hasil pemeriksaan LKPD tahun 2016 ini.

“Terkait aset tetap, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus di perbaiki, diantaranya antribusi kegiatan rehap gedung, renov yang belum dilekatkan pada induknya dengan nilai 745 milyar, ini perlu di validasi dan masih mungkin diperiksa ulang dalam asas manfaat induknya,” jelas dia. (alf)

1,043 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama