Dinkes Helat PSN, Kasus DBD di Kota Bekasi Menurun Signifikan

0
http://www.metrobekasi.co/2017/03/13/kota-bekasi-tambah-2-tatanan-capai-penghargaan-wiwerda/
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi,berikan obat Abate kepada warga di Kecamatan Bekasi Selatan.

METROBEKASI.CO – Pecanangan gerekan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sukses dihelat Dinas Kesehatan Kota Bekasi, di Kecamatan Bekasi Selatan, Jumat (24/3/2017) pagi. PSN ini dibarengi dengan hari Tuberkulosis se-Dunia.

Pada kesempatan itu turut hadir Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Kusnanto Saidi, Assiten Daerah bidang Pembangunan Kota Bekasi, Karisman, Camat Bekasi Selatan, Tajudin, serta pejabat eselon III di Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, Pencanangan PSN ini adalah upaya promotif dan preventif, yang harus terus dilakukan Pemerintah, sebagai strategi utama penanggulangan penyakit demam berdarah.

“Hidup bersih dan sehat dalam berbagai tatanan adalah keharusan, tentunya harus didukung pengoptimalan  pemberdayaan masyarakat sekitar,” kata Rahmat dalam sambutannya.

Ia menegaskan, bahwa keberadaan Kartu Sehat berbasis NIK milik Kota Bekasi ini adalah bentuk kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat, yang tidak mengenal miskin atau kaya karena pembiyaan kartu sehat ini dihasilkan dari pajak yang dibayarkan masyarakat.

“Kepala Dinas Kesehatan harus mendeklarasikan, kalau di Kota Bekasi sudah tidak boleh ada warga yang sakit, yang penting warga masyarakat Kota Bekasi terlayani dengan baik. Tetapi jika memang ada yang sakit, jangan didiamkan, bawa ke Puskesmas, ke RSUD atau RS Swasta. RT, RW dan Kepala Dinas Kesehatan harus berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Wali Kota.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr.Kusnanto Saidi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan  bentuk sosialisasi kepada masyarakat, dalam pencegahan demam berdarah. Perilaku hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Ini adalah bentuk upaya dari Dinas Kesehatan, yang harus bersinegitas dengan seluruh sector, terutama masyarakat. Kesehatan itu kan berawal dari lingkungan masyarakat, dan kita mencoba menggerakan masyarakat sebagai garda terdepan untuk upaya prefentif dan promotif,” ujarnya.

Kusnanto menjelaskan, tahun ini kasus Demam Berdarah di Kota Bekasi turun signifikan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mancapai 700 kasus, hingga menyebabkan 20 orang meninggal dunia.

Baca Juga : Kota Bekasi Tambah 2 Tatanan Capai Penghargaan Wiwerda

“Untuk tahun 2017 ini, data pada bulan Maret, Alhamdulillah baru 76 kasus. Kita berharap jangan sampai bertambah. Artinya ini ada penurunan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Sosialiasi ini juga membagikan obat Abate kepada warga, yang dilakukan Kusnanto dan para kader Jumantik di Kota Bekasi. Beberapa rumah warga di sambangi Tim Jumantik dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk memberikan contoh cara penggunaannya.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah ada 4.000 kader Jumantik yang tersebar di 56 Kelurahan se-Kota Bekasi. Tadi saya dan kader jumantik, datangi beberapa rumah warga untuk membagikan obat abate ini dan sekaligus mensosisalisasikannya,” kata Kusnanto.

Menurutnya, warga tidak perlu lagi melakukan fooging (penyemprotan nyamuk), yang hanya akan membuat nyamuk semakin kebal dan juga memberikan efek kurang baik untuk kesehatan warga.

“Tidak perlu lagi pakai fooging karena hanya akan membuat nyamuk dan telurnya semakin kuat, bukannya mati tapi malah bertambah banyak nantinya,” ungkap Kusnanto.

Kusnanto berharap, warga dapat menjaga kesehatannya, mulai dari rumah hingga lingkungannya. Menjaga kebersihan adalah modal utama warga agar tidak terkena Demam Berdarah. (alf/ Advetorial)

1,371 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama