Pemerintah Diminta Turun Tangan Soal Verifikasi Rumah Ibadah di Mustikajaya

0
Pesata Perak ke 20

METROBEKASI.CO – Predikat sebagai Bapak Toleransi yang disandang oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi berimplikasi terhadap tanggungjawabnya untuk membantu masyarakat lintas agama dalam memperoleh kebebasana dalam menjalankan keyakinan serta mempermudah dalam proses pembangunan rumah ibadah.

Dalam gelaran Pesta Perak 25 Tahun yang dilakukan oleh umat Kristiani, Minggu (19/3/2017) di Aula Masdurini Kemang Pratama, Rawalumbu, Wali Kota mendapat atensi dari jemaat agar membantu pelaksanaan pendirian Gereja HKBP Resort Mustikajaya Distrik XIX, terutama dalam proses verifikasi yang telah berlangsung lama.

Menurut Devi Simanjutak, verifikasi pembangunan gereja yang terletak di lingkungan RT.003/08 Kelurahan Pedurenan tersebut masih terhambat oleh verifikasi dari 12 orang dari total keseluruhan berjumlah 60 orang, sehingga sampai saat ini pembangunan belum terealisasi.

“Diharapkan pemerintah segera membantu kami agar dapat segera di bangun. Setahun lalu sudah kita ajukan cuma masih menunggu 12 orang memverifikasi,” ungkap wanita yang menjadi penyelenggara kegiatan Pesta Perak ini.

Namun begitu, ia optimis pembangunan akan berjalan sesuai keinginan jemaat. Sebab, Wali Kota Bekasi yang dinobatkan sebagai tokoh toleran telah berkomitmen akan mempermudah proses pembangunan rumah ibadah.

Informasi yang diperoleh metrobekasi.co, bahwa Pesta Perak HKBP Mustikajaya ke 25, merupakan wujud berbagi kebahagiaan umat kristiani. Dalam kegiatan itu, pihak panitia menyediakan beragam doorprize menarik berupa satu unit sepeda motor dan sejumlah peralatan elektronik.

Kegiatan sendiri dihadiri oleh Wali Kota, Ketua FKUB, Abdul Manan, Kepala Kesbangpol, Abdillah Hamta dan Camat Rawalumbu, Junarsih.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membeda-bedakan umat beragama yang tinggal di Kota Bekasi.

“Tidak ada istilah mayoritas atau minoritas, semua sama di Kota Bekasi,” kata Wali Kota menegaskan tidak ada niat untuk menghambat pembangunan rumah ibadah, asalkan semua proses sesuai prosedur yang berlaku.

“Jika semua prosedur sudah dilalui, maka tidak akan ada yang menghambat proses pembangunan rumah ibadah di Kota Bekasi,” imbuhnya.

“Mari kita membangun kedamaian, merajut kebersamaan, memperkuat persatuan dan kesatuan dalam membangun Kota Bekasi yang maju, sejahtera, dan ihsan,” tukasnya.

Oleh: Muhammad Alfi

1,102 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama