Jasa Marga Bagi Dividen 30% dari Laba Bersih

0
RUPS Jasa Marga

METROBEKASI.CO – PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang dalam tahun 2016 membukukan Laba Bersih sejumlah Rp 1,89 Triliun, dalam RUPS Tahunan 2017 di Jakarta (15/03) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 30% dari laba bersih Perseroan tahun 2016 atau sejumlah Rp 566,79 Miliar.

Selain itu dalam RUPS Tahunan 2016 Perseroan kali ini, diputuskan perubahan Susunan Pengurus Perseroan:

Memberhentikan dengan hormat:

  1. Taufik Widjoyono (Komisaris)
  2. Muh Najib Fauzan (Direktur Operasi I)
  3. Christantio Prihambodo (Direktur SDM dan Umum)
  4. Anggiasari (Direktur Keuangan/Independen)

Mengangkat dengan hormat:

  1. Sugihardjo (Komisaris)
  2. Mohammad Sofyan (Direktur Operasi I)
  3. Kushartanto Koeswiranto (Direktur SDM dan Umum)
  4. Donny Arsal (Direktur Keuangan)

Sehingga Susunan dan Jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, menjadi sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama/Independen: Refly Harun
Komisaris: Boediarso Teguh Widodo
Komisaris: Sugihardjo
Komisaris Independen: Sigit Widyawan
Komisaris: Muhammad Sapta Murti
Komisaris: Agus Suharyono

DEWAN DIREKSI
Direktur Utama: Desi Arryani
Direktur Pengembangan: Hasanudin
Direktur Operasi I: Mohammad Sofyan
Direktur Operasi II: Subakti Syukur
Direktur Direktur Sumber Daya Manusia & Umum: Kushartanto Koeswiranto
Direktur Keuangan: Donny Arsal

Kinerja Perseroan Tahun 2016

Pada tahun 2016, Perseroan berhasil membukukan total Aset sebesar Rp 53,5 triliun, yang meningkat sebesar 45,7% dari tahun 2015 sebesar Rp 36,7 triliun. Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya aktivitas konstruksi Perseroan terutama di Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono, Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi, Semarang-Solo, Surabaya-Mojokerto dan Batang-Semarang. Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk mempercepat pembangunan jalan tol dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai Perseroan dalam jangka panjang.

Di tengah ekspansi dan akselerasi pembangunan jalan tol yang sedang gencar dilakukan oleh Perseroan, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,89 triliun atau meningkatkan sebesar 28,8% dari tahun 2015 sebesar Rp 1,47 triliun. Pencapaian laba bersih ini didukung oleh pencapaian Pendapatan Tol dan Usaha Lain sebesar Rp 8,83 triliun atau tumbuh 15,7% dibandingkan tahun 2015 yaitu sebesar Rp 7,63 triliun.

Pencapaian laba bersih juga didukung oleh upaya pengendalian beban usaha yang tercermin dari pencapaian EBITDA Margin sebesar 59,2% yang meningkat dari tahun 2015 yang mencapai 56,2%. Selain itu, pencapaian laba bersih juga ditopang oleh upaya Perseroan dalam mengendalikan beban bunga ditengah di tengah akselerasi pembangunan jalan tol yang sedang gencar dilakukan oleh Perseroan.

Penambahan Jalan Tol Operasi dan Hak Pengusahaan Jalan Tol

Hingga tahun 2016, Perseroan telah mengoperasikan 593 Km jalan tol. Perseroan berkomitmen untuk menumbuhkan angka jalan tol operasi menjadi 1.260 km pada akhir tahun 2019, atau berarti tumbuh dua kali lipat dari panjang jalan tol operasi pada saat ini.

Adapun konsesi ruas jalan tol yang diperoleh Perseroan pada tahun 2016:

  1. Jalan Tol Semarang – Batang sepanjang 75 Km
  2. Jalan Tol Pandaan – Malang sepanjang 37,62 Km
  3. Jalan Tol Manado – Bitung sepanjang 39,9 Km
  4. Jalan Tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99,35 Km
  5. Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Elevated sepanjang 36,4 Km

Dengan bertambahnya lima ruas tersebut, saat ini total konsesi Jasa Marga adalah 1.260 Km atau tumbuh 27,6% dibanding tahun 2015. Hingga akhir tahun 2019, Perseroan menargetkan total hak konsesi jalan tol sepanjang 2000 Km.

Pada tahun 2017, Perseroan optimistis dapat mengoperasikan 6 ruas tol baru atau dengan total keseluruhan sepanjang 210 Km pada 2017 yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatera. Pengoperasian ruas jalan tol baru ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja keuangan hingga akhir tahun ini.

Beberapa ruas tol baru yang akan dioperasikan pada tahun 2017 adalah :

  1. Jalan Tol Gempol – Pasuruan sepanjang 20,50 Km
  2. Jalan Tol Surabaya – Mojokerto Ruas Bawen-Salatiga sepanjang 15,50 Km
  3. Jalan Tol Semarang – Solo Ruas Bawen – Salatiga sepanjang 17,50 Km
  4. Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Ruas Perbarakan – Sei Rampah sepanjang 41,69 Km
  5. Jalan Tol Solo – Ngawi sepanjang 90,25 Km
  6. Jalan Tol Ngawi – Kertosono Ruas Ngawi – Caruban sepanjang 25,00 Km.

Peningkatan Pelayanan di Bidang Transaksi

Dari sisi peningkatan pelayanan operasional, pada tahun 2016 yang lalu, Jasa Marga beserta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya yaitu PT Lintas Marga Sedaya, PT Semesta Marga Raya dan PT Pejagan Pemalang Toll Road memberlakukan integrasi sistem transaksi di antara Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes Timur.

Selain itu menjelang akhir tahun 2016, Jasa Marga menambah lagi media pelayanan kepada pengguna jalan dengan meluncurkan Mobile Apps JMCARe, yang memberikan informasi terkini kondisi jalan tol dengan fitur berbasis push notification message.

Pada tahun 2017, Jasa Marga akan terus meningkatkan pelayanan operasional kepada pengguna jalan dengan melanjutkan proses integrasi pengoperasian, di Jalan Tol Jakarta-Tangerang milik Perseroan, yang akan melakukan integrasi operasi dengan Jalan Tol Tangerang-Merak milik PT Marga Mandala Sakti serta akan dilakukan juga Perubahan Sistem Transaksi di Jalan Tol Jagorawi.

Dengan kedua skema pelayanan baru tersebut, Jasa Marga akan membongkar beberapa Gerbang Tol Barrier masing-masing : Gerbang Tol Karang Tengah, Gerbang Tol Cibubur Utama dan Gerbang Tol Cimanggis Utama.

Pada tahun 2016 Jasa Marga juga terus berusaha meningkatkan penetrasi penggunaan uang elektronik di jalan tol, dimana pada tahun 2016 jumlah pengguna e-Toll sebesar 24,33% dari seluruh transaksi di jalan tol, atau meningkat 8,73% dibandingkan tahun 2015.

Target Perseroan Tahun 2017

Pada tahun 2017, Perseroan menargetkan pertumbuhan aset sebesar 40% dari tahun 2016, atau sebesar Rp 74,8 Triliun. Dari sisi pendapatan, Pendapatan Usaha di luar pendapatan Konstruksi direncanakan sebesar Rp 10,3 Triliun, tumbuh 16% dibandingkan dengan Pendapatan Usaha di luar pendapatan Konstruksi tahun 2016. Perseroan menganggarkan belanja modal (CAPEX) sebesar Rp 31,5 Triliun di tahun 2017 yang meningkat signifikan dari tahun sebelumya sebesar Rp 9,58 Triliun sejalan dengan target Perseroan mengoperasikan ruas jalan tol baru hingga tahun 2019.

Sumber: Humas PT. Jasa Marga Persero

671 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama