Dinilai Lamban, Polsek Cikarang Barat Klaim Sudah Tangkap 1 Pelaku

0
http://www.metrobekasi.co/

METROBEKASI.CO – Nasib Wahyu Putro Santoso (23), warga Cikarang Barat yang menjadi korban pengeroyokan di Javas Cafe, Jl Alteri Tol Cibitung, RT 003 RW 009, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, pada 27 Februari 2017, nampaknya harus berjalan di tempat lantaran lambannya penanganan yang dilakukan oleh Polsek Cikarang Barat.

Wardi, ayah dari Wahyu mengatakan, bahwa ia sudah melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut di Javas Cafe pukul 01.45 WIB, Senin 27 Februari 2017, ke Polsek Cikarang Barat. Namun, laporan yang bernomor  STPL/209/k/11/2017, tidak menemui titik terang yang diberikan pihak polsek Cikarang Barat.

“Sudah saya laporkan, tapi belum ada kabar baik dari polisi (Polsek Cikarang Barat),” ungkapnya.

Wahyu diketahui mengalami luka yang cukup serius pada beberapa bagian tubuhnya atas insiden yang terjadi di Javas Cafe, malam itu.

“Anak saya mengalami luka pada kepalanya, luka robek pada wajah dan punggungnya. Kita dari pihak keluarga berharap proses pelaporan yang sudah dilaporkan ke Polsek Cikarang Barat agar segera selesai dan ketangkap pelakunya, bagaimana ini kalau dialami dengan keluarga anda sendiri, apalagi ini anak,” ujar Wardi.

Hal senada di katakan Ketua Advokasi & Investigasi LABH (Lembaga Advokasi  Bantuan Hukum) Rudi Gunadi Mengatakan, Sepertinya kasus pengeroyokan yang berada di wilayah Cikarang Barat kasusnya jalan di tempat, diduga pelaku dan Java Café di bekingi oleh Oknum.

“Seharusnya pihak kepolisian memberi efek jera kepada tempat hiburan malam yang sering sekali membuat keributan dan meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bekasi seakan-akan membiarkan Tempat Hiburan Malam (THM) semakin merajalela, penegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi nomor 3 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan melunak.

“Regulasi yang menyantumkan pelarangan beroperasinya tempat hiburan malam itu seperti berubah haluan, Pemkab Bekasi harus kembali pada tujuan awal dalam hal penertiban, seluruh THM baik yang memiliki izin maupun yang tidak tetap dilarang,” kata Rudi.

“Kalau mau dipilah, silakan usaha pariwisata yang lain. Sedangkan tempat hiburan yang tercantum di perda yang dilarang sudah selayaknya ditindak,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kanit Reserse Polsek Cikarang Barat, AKP Wito mengklaim, bahwa pihaknya sudah melakukan penangkapan kepada salah satu palaku pengeroyokan Wahyu. Ia juga mengatakan, sejauh ini Polsek Cikbar sedang melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi saat dilokasi kejadian.

“Petugas sudah menerima laporan tersebut.saat ini pihak kami sudah melakukan penangkapan salah satu pengeroyokan yang diduga lebih dari satu orang pelakunya tapi kita masih mengumpulkan saksi mata saat kejadian,” jelas Akp Wito. (alf)

1,436 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama