KADIN Giurkan Pengusaha Arab Investasi di Sektor Pariwisata Indonesia

0
Iringan Pengawalan Mobil Raja Salman/ Istimewa

JAKARTA, metrobekasi.co – Kedatangan Raja Salaman beserta rombongannya ke Indonesia, pada Rabu kemarin, disambut hangat oleh Presiden Joko Widodo. Iringan mobil pengawalan terlihat cukup ketat, sejak sang Raja turun dari Pesawatnya hingga sampai di Istana Presiden di Bogor, Jawa Barat.

Bukan hanya untuk sejenak refreshing, kedatangan Raja Salman juga sebagai balasan atas kunjungan Negara yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 lalu, serta 47 tahun lamanya Saudi Arabia kembali mendatangi Indonesia.

“Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dua tahun yang lalu, saat itu saya menyampaikan undangan, agar beliau, Sri Baginda Raja Salman bisa berkunjung ke Indonesia,” ungkap Presiden dalam vlog-nya yang bertagar JKWVLOG, kemarin saat melangsungkan makan siang bersama dengan Raja Salman, di Istana Bogor.

Sejumlah rangkaian kegiatan sudah dipersiapkan oleh Indonesia, untuk menyambut tamu terhormat kenagaraan dan membahas bisnis dua Negara ini. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Tenaga Kerja, Anton J Supit mengatakan, bahwa Kamar Kadin telah menyiapkan agenda atas kedatangan Raja Salman, yakni dengan menggelar Indonesia-Saudi Arabia Business Forum, siang ini di Ballroom Grand Hyatt, Jakarta Pukul 14.00 WIB.

“Besok jam 2 itu ada high level businessmen dari Saudi Arabia,” kata Anton, seperti dilansir dari liputan6.com

Raja Salman dikabarkan sebelumnya, akan melangsungkan investasi di Indonesia sebesar US$ 25 miliar atau setara Rp 300 Triliun lebih. Indonesia-Saudi Arabia Business Forum akan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Arab Saudi.

Investasi besar yang dikeluarkan Saudi Arabia di Indonesia untuk sektor minyak dan gas (Migas), makanan, minuman, property, infrastruktur, pariwisata, serta industry manufaktur. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Jhonny Darmawan, bahwa ada sejumlah sector bisnis yang akan di bahas dalam forum nanti.

“Rencananya pasti banyak, terutama terkait masalah energi, UKM, haji. Kan yang diharapkan pemerintah US$ 25 miliar,” ujarnya.

Kadin, kata Jhonny tidak memiliki target khusus untuk kesepakatan investasi. Namun demikian, pihaknya akan berupaya mempromosikan iklim investasi Indonesia kepada para pengusaha Arab Saudi.

“Kadin ingin sebesar-besarnya (target investasi). Kami hanya mendukung pemerintah untuk mencapai jumlah pertumbuhan di atas 7 persen. Untuk mencapai itu salah satu caranya dengan meningkatkan investasi,” jelasnya. (alf)

190 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama