2017 Kota Bekasi Belum Bisa Raih Piala Adipura

0
Puluhan truk sampah milik Kota Bekasi parkir, kesulitan membuang sampah di TPA Sumur Batu/ Istimewa

METROBEKASI.CO – Harapan Kota Bekasi untuk meraih Piala Adipura tahun 2017 ini, harus tertunda lagi. Hal itu diduga karena menurunya poin pada penilaian P1 yang dimiliki Kota Bekasi. Pengamat Lingkungan dan Kebersihan Kota Bekasi, Imam Kobul Yahya mengatakan tahun ini Kota Bekasi belum bisa meraih piala Adipura yang diharapkan lantaran banyak persoalan kebersihan yang belum dapat teratasi.

“Tahun ini sepertinya belum bisa untuk meraih Piala Adipura. Keterbatasan TPA Sumur Batu, yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi menjadi salah satu penyebabnya,” kata Imam kepada metrobekasi.co, Jumat (24/2/2017).

Menurutnya, kali ini Adipura bukan hanya dinilai dari aspek kebersihan lingkungan saja, tetapi kultur (budaya) hidup bersih yang dibangun masyarkat Kota Bekasi. Imam melihat, upaya Pemkot Bekasi untuk meraih Adipura masih cukup sulit.

“Adipura itu sekarang bukan lagi dilihat dari kebersihan lingkungan saja, tetapi juga kultur (budaya) masyarakatnya. Pemkot harus lebih sering-sering sosialiasi, bagaimana caranya membudayakan masyarakat memilah sampah dari rumahnya,” ungkapnya.

Keberadaan Bank Sampah yang ada di Kota Bekasi saat ini, lanjutnya, belum menyeluruhnya optimal membantu Pemkot menanggulangi 1.800 ton sampah per-harinya. Ia mengatakan, dari 100 lebih Bank Sampah yang tercatat dan memiliki SK dari Pemkot Bekasi, sedikitnya baru ada 20 Bank Sampah yang efektif berjalan melakukan pengolahan setiap harinya.

“Kalau yang tercatat sih banyak, ada 100 lebih, tetapi yang optimal dan efektif berjalan itu baru ada 20 Bank Sampah,” ujarnya.

Direktur Kebersihan Sapu Lidi ini menyarankan agar masyarakat dapat melakukan pemilahan sampah mulai dari rumahnya masing-masing. Dengan begitu, harapan untuk meraih Adipura Kota Bekasi bisa segara tercapai.

“Kita bisa melakukan pemilahan mulai dari rumah, sebelum sampah itu diangkut ke TPA. Bisa kita pilah mana sampah organik atau anorganik. Kalau bisa mencontohkan ke masyarakatnya itu mulai dari rumahnya Walikota, lalu kelurahan, kecamatan hingga ke dinas-dinas,” jelas Imam.

Menurunya poin P1 pada penilaian Adipura Kota Bekasi tahun 2017 ini juga diakui oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfhi, bahwa budaya masyarakat Kota Bekasi untuk melakukan pengolahan limbah rumah tangganya masih cukup minim.

“Iya, tingkat partsipasi masyarakat dalam mengelolah sampah sendiri masih kurang. Lahan TPA yang sudah overcapasitas juga menjadi kendala kita sampai hari ini,” ungkapnya.

Meski sulit untuk menanamkan budaya bersih dan kreatif, Luthfi tetap optimis untuk terus melakukan perubahan tersebut. Dinas LH sampai hari ini juga melakukan berbagai kerjasama dengan masyarakat penggiat kebersihan dan lingkungan yang ada di Kota Bekasi.

“Ini merupakan PR bagi kami. Kami juga merangkul komunitas-komunitas pencinta lingkungan. Untuk menumbuhkan budaya itu memang butuh proses,” pungkasnya. (alf)

447 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama