DPRD Propinsi Jabar Aneh Terhadap Problem Banjir di Kota Bekasi

0

METROBEKASI.CO – Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Sumiyati merasa lucu dengan statement Walikota Bekasi yang menyebut program pengendalian banjir seperti pembuatan polder atau tendon air yang belum optimal mengatasi problem banjir.

Hal itu dikemukakannya disela kegiatan Reses I Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat 2017 yang berlangsung di RT. 008/05 Kelurahan Jatirasa, Jatiasih, Kamis (24/2/2017).

Menurut istri mantan Walikota Bekasi Mochtar Muhammad ini, tidak relevan terhadap program yang sudah terlaksana namun tidak berjalan efektif. Apalagi, pembuatan polder air tersebut menyerap anggaran hingga puluhan milyar rupiah.

“Saya baca di media, kata Walikota polder belum optimal. Padahal anggaran pembuatannya besar loh,” tutur Sumiyati. Ia berencana mempertanyakan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kota Bekasi.

“Mengenai banjir seharusnya dilakukan pembenahan yang maksimal. Program yang telah menelan anggaran besar ini akan dipertanyakan kenapa tidak optimal,” tegasnya dihadapan awak media.

Dalam reses sendiri, wanita yang gagal menjadi Walikota Bekasi pada perhelatan Pilkada 2012 lalu ini, meminta masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam mengajukan usulan untuk perbaikan infrastruktur atau kebutuhan masyarakat lainnye kepada legislatif, terutama kepada dirinya.

Namun begitu, Sumiyati mengingatkan agar usulan yang bersifat kecil diajukan kepada DPRD Kota Bekasi saja. Sebab, anggaran di pemerintah daerah sendiri bisa mengcover usulan tersebut.

“Ayo jangan malu untuk mengusulkan kebutuhan lingkungan kepada saya atau anggota Fraksi PDIP Kota Bekasi. Tetapi usulan yang sudah diajukan ke Pemerintah Kota Bekasi melalui anggota DPRD, tidak juga diusulkan kepada saya, karena bisa double anggaran,” terang Sumiyati menceritakan bahwa ia pernah mendapat usulan dan merealisasikannya melalui APBD Propinsi, namun dalam APBD Kota Bekasi juga terdapat kegiatan yang sama.

“Saya pernah serap aspirasi di wilayah Jatisampurna dan merealisasikannya, dan Ketua Fraksi PDIP Kota Bekasi, Anim Imamuddin juga menerima hal yang sama. Ini double anggarannya, sehingga alokasinya dilimpahkan ke wilayah yang lain,” tandas Sumiyati.

Tidak hanya itu, dihadapan puluhan ibu-ibu yang hadir dalam reses, Sumiyati juga mengklaim telah membantu 11 titik melalui aspirasinya. Terutama pada pembangunan turap senilai Rp 9 milyar pada tahun anggaran 2016 di wilayah Bekasi Utara.

“Tahun anggaran 2016, saya sudah menggelontorkan aspirasi sebesar Rp 9 Milyar untuk pembangunan turap. Untuk tahun ini kita juga akan merealisasikannya,” tukasnya. (nda)

175 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama