Nasib Guru Honorer Kota Bekasi Tidak Tahu Kemana Rimbanya

0
Alexander Zulkarnain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi saat menerima ribuan guru honorer di Pendopo Walikota Bekasi/ Alf

METROBEKASI.CO – Menyikapi adanya diskriminasi pengakatan guru honorer SD dan SMP se-Kota Bekasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain mengklaim, bahwa pihaknya masih melakukan pemilahan terhadap hasil verifikasi. Ia tidak ingin terburu-buru, lantaran kebutuhan tanaga pendidik di masing sekolah.

“Hasil verifikasi ini kan lagi di pilah, yang memenuhi syarat atau tidak. Pengangkatan honorer ini kan tanpa melalui Disdik. Ini Kepala Sekolah yang mengangkat, dan ini yang kemudian timbul masalah,” ungkap Alex usai menerima audiensi ribuan guru honorer di Pendopo Walikota Bekasi, Senin (20/2/2017) pagi.

Alex mengklaim, bahwa persoalan ini terjadi karena kurangnya komunikasi para kepala sekolah dengan Dinas Pendidikan. Pasalnya, ada syarat yang harus dilewati untuk menjadi honorer di Kota Bekasi, yakni jenjang pendidikan hingga strata satu (Sarjana Pendidikan).

“Meskipun ada kebutuhan tenaga pendidik sekolah, seharusnya di diskusikan dulu dengan Disdik. Karena kita tidak bisa menerima honorer begitu saja, ada kriterianya juga dan di sesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Masa lulusan SMA mau kita jadiin guru di SD,” ujarnya.

Menurutnya, setiap tanaga honorer yang menjadi guru di SD dan SMP se-Kota Bekasi harus memiliki jenjang pendidikan Sarjana Guru. Oleh sebab itu, ia menegaskan untuk para kepala Sekolah agar tidak melakukan pengangkatan honorer lagi.

“Kebijakan saya saat ini, tidak boleh mengangkat lagi yang namanya tenaga honorer, tanpa se-izin Disdik. Ini sudah kebiasaan lama para kepala sekolah mengangkat-mengangkat guru honorer begitu saja, dan yang saat ini sudah terjadi akan kita rumuskan,” kata Alex.

Sementara, Wiwin, salah satu guru honorer di SD Cikiwul 4 mengeluhkan tentang keberadaan guru TKK yang baru saja di angkat oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, tanpa melalui proses persyaratan dari honorer ke TKK.

“Kita sudah melakukan verifikasi menjadi TKK pada tanggal 27 Januari 2017, namun setelah kita menunggu, tiba-tiba ada orang yang membawa SK, bahwa dia ingin jadi TKK di sekolah kami (SD Cikiwul 4),” ungkapnya.

Pengangkatan TKK tersebut menjadi keperihatinan para guru honorer, yang telah lama mengabdi puluhan tahun di dunia pendidikan Kota Bekasi. Pasalnya, tidak jarang ditemukan dari mereka yang baru di angkat itu adalah lulusan SMA dan kelahiran tahun 1997.

“Ada yang jadi guru TU dan ada juga yang kelahiran tahun 1997, artinya kan mereka belum memiliki masa kerja, berbeda dengan kami yang sudah puluhan tahun, tapi masih belum ada kejelasannya,” jelas Wiwin.

Sekedar diketahui, sebanyak 2.861 guru honorer di Kota Bekasi telah mengikuti verifikasi pada 27 Januari 2017 di Pendopo Walikota Bekasi. Namun ironisnya, janji pengangkatan para honorer tersebut belum menemui hasil yang diharapkan. (alf)

2,913 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama