Generasi Muda NU Tolak Wahabi di Pilkada Kota Bekasi

0

METROBEKASI.CO – Halakoh Generasi Muda NU yang berlangsung di Kantor Sekretariat PC NU Kota Bekasi, Selasa (21/11/2017) malam, menghasilkan pernyataan sikap menolak wahabi yang muncul dalam Pemilukada Kota Bekasi 2018 untuk berduet dengan Rahmat Effendi.

Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Jufri mengatakan, GP Ansor serta PCNU Kota Bekasi sepakat untuk mendukung petahana kembali mencalonkan dalam Pilkada 2018-2023. Namun, dukungan itu akan diberikan, jika Rahmat Effendi tidak berpasangan dari kelompok Radikal, Intoleran dan Wahabi.

“NU, khususnya warga Nahdliyin sangat mewanti-wanti masuknya paham Wahabi ini. Apalagi kita saat ini sudah mendekati Pilkada. Kita sangat paham betul tentang persoalan tersebut karena jelas ini bagi kita sangat mengganggu,” ujarnya kepada wartawan, di Sekertariat GP Anshor Kota Bekasi.

Penolakan ini, lanjut Jufri, bukan tidak memiliki dasar. Namun tiga kelompok tersebut diyakini dapat menularkan paham-paham yang bisa membuat perpecahan umat.

“NU adalah organisasi yang Toleran, yang menjujung tinggi Pancasila, mengedepankan Kebhinekaan dan menjaga persatuan NKRI. Oleh sebab itu marilah kita jaga bersama-sama dan pernyataan yang kami buat ini juga atas perintah Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Zamakhsyari Abdul Majid,” tandasnya.

Sementara, Sekertaris Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Bekasi, Novarel S Zuhri menambahkan, pihaknya juga sependapat dengan pernyataan tersebut untuk menolak adanya paham-paham intoleran, radikalisme dan wahabi di Kota Bekasi.

Kata dia, IKA PMII akan tetap menjaga keutuhan NKRI, yang mengedepankan sikap-sikap toleransi seperti yang ditanamkan dalam Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Menurutnya, hal tersebut tidak terdapat pada kelompok Wahabi, yang bersumber pada ajaran dan teladan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW).

“Bagi IKA PMII, Wahabi itu hanya sampai pada peringkat Ahlussunnah (pengikut sunnah) saja, namun tidak Wal Jama’ah (pengikut sahabat dan ulama penerusnya). Disini jelas, bahwa IKA PMII Kota Bekasi menolak paham Wahabi tersebut, yang menguat di Kota Bekasi,” ungkap Varel.

Oleh Sebab itu, dia mengingatkan kepada warga NU agar hati-hati dengan paham yang disebarkan oleh Wahabi ini. IKA PMII saat ini, sambungnya, juga sedang melakukan kajian mendalam terhadap konstalasi politik dan budaya di Kota Bekasi.

“IKA PMII punya hal yang mendasar atas sikap komitmen itu. Jika hari ini kelompok muda Nahdliyin melakukan sebuah Halaqah, melakukan sebuah sikap politik tentang bagaimana resuksesi kepemimpinan kedepan, agar tetap menempatkan kader terbaik atau pemimpin Kota Bekasi, kita memiliki tanggung jawab yang sama, agar Kota Bekasi kedepan mejadi lebih baik. Tetapi menyangkut hal-hal prinsip yang mengenai sikap politik, khususnya IKA PMII, tetap mengedepankan toleransi, kebersamaan dan komitmen bersama yang harus dijaga,” kata Varel menjelaskan Kota Bekasi bisa menjadi tidak kondusif, jika tidak adanya toleransi, persatuan dan komitmen bersama untuk menjaganya. Dampaknya pun akan kepada pelemahan perekonomian, dengan hilangnya satu persatu investor yang ada.

“Tanpa toleransi, tanpa bersatu, tanpa ada komitmen untuk bersama untuk menjagaa keutuhan, maka bukan menjadi sebuah keniscayaan, jika Kota Bekasi akan tidak kondusif dan kehilangan citra serta potensi investasi, maupun budaya sosialnya yang ada,” katanya.

“Oleh itu, yang harus dilakukan IKA PMII hari ini adalah untuk mempertegas, komitmen kedepan, komitmen menjaga kultur dan komitmen identitas menjaga ke-Bekasiannya dengan membangun citra Bekasi yang majemuk dan toleransi terhadap semua suku budaya yang ada di Kota Bekasi ini,” tandasnya. (han)

605 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama