Ormas Islam Berbasis NU Kembali Dideklarasikan

0

METROBEKASI.CO – Awal November 2017 ini, Organisasi Islam berpahamkan Ahlusunnah wal Jamaah kembali berdiri di Indonesia. Aula Convention Hall Batiqa Hotel Jababeka menjadi lokasi berkumpulnya para tokoh nahdiyin itu.

“Deklarasi Komando Pemuda Pelopor Nahdatul Ulama (KPPNU) di Batiqa Hotel Jababeka merupakan hajatan perdana yang dilakukan KPPNU,” ucap Doni Ardon, salah satu penggagas terbentuknya KPPNU kepada wartawan.

Bendahara Umum DPP KPNU ini mengatakan, kelahiran KPPNU diwarnai semangat perjuangan dan nasionalisme Islam.

“KPPNU terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca peringatan Hari Sumpah Pemuda, semangat perjuangan pahlawan bangsa dan sekaligus spirit terhadap pemerintah dalam upaya menjamin, membina dan memberdayakan ormas yang ada di Indonesia,” terangnya.

Nama KPPNU, lanjutnya, merupakan saran dari Ketua LBH PBNU, Budi Kasan Besari, SH.,CLA. Nama tersebut diberikan dengan harapan KPPNU menjadi pelopor persatuan para nasionalis Islam.

“Hubbul waton minnal iman atau Nasionalisme sebagian dari iman menjadi motto organisasi ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KPPNU, Budi Satryo mengatakan, saat ini organisasi kemasyarakatan di Indonesia mencapai 344.039 ormas, yang telah beraktifitas di segala bidang kehidupan, baik dalam tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Keberadaan ormas tersebut belum diberdayakan secara baik oleh pemerintah sehingga dalam kegiatannya ada beberapa yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Ormas seperti itu merupakan ancaman terhadap eksistensi bangsa karena telah menimbulkan konflik di masyarakat.

“KPPNU menyambut baik keberadaan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Perppu ini payung hukum bagi pemerintah untuk lebih leluasa membina dan memberdayakan ormas,” ucapnya.

Terlebih, Perppu ini mengandung asas contrario actus yang memberikan hak dan kewenangan terhadap lembaga untuk mengesahkan ijin ormas dan sekaligus mencabut ijin itu pada saat ormas yang bersangkutan melanggar ketentuan yang berlaku.

Ditegaskan Budi Satryo bahwa KPPNU bukanlah badan organisasi bentukan NU. KPPNU berdiri sendiri, terdiri dari anak-anak muda NU yang progresif dan cinta NU. Hubungan KPPNU dengan NU bersifat koordinasi antar lembaga.

Menyinggung pelaksanaan Deklarasi Nasional KPPNU di Kabupaten Bekasi, menurutnya hal itu merupakan wujud keberpihakan KPNNU terhadap kemajemukan Indonesia.

“Nasionalisme itu bukan berarti setiap kegiatan nasional harus dilakukan di Jakarta, tetapi bisa dilaksanakan di wilayah manapun dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya. (lam)

996 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama