Dibalik Dugaan Korupsi Proyek Block Grant SMPN 22 Bekasi

0
korupsi dana block grant

METROBEKASI.CO – Besaran dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui program block grant pembangunan sekolah menjadi sasaran empuk bagi pemangku jabatan untuk di korupsi. Selain minimnya pengawasan, dukungan dari instansi pemerintahan juga menjadi pemicu terjadinya dugaan korupsi.

SMPN 22 Kota Bekasi salah satunya yang mendapat dana block grant tahun 2017 sebesar Rp375 juta. Alokasi dana tersebut untuk pembangunan dan pemugaran gedung yang umurnya belum genap lima tahun dan belum diserahterimakan kepada BPKAD Kota Bekasi.

Selain itu, dalam proses pembongkaran yang dilakukan oleh pihak sekolah, tanpa melibatkan BPKAD Kota Bekasi selaku instansi yang berwenang terhadap pengelolaan asset Negara.

Dugaan korupsi terhadap dana block grant di SMPN 22 Kota Bekasi semakin menguat seiring ketidakpahaman Ketua Panitia Pelaksana dalam hal teknis dan administrasi. Kendati proses pembangunan sudah berlangsung 70 persen.

Kepada metrobekasi.co, Ketua Panitia Pelaksana, Wahyu mengaku proses pelaksanaan pembangunan dan syarat administrasi sudah ditempuh sebagaimana juklak dan juknis realisasi pembangunan block grant. Namun begitu, Wahyu gagap menjelaskan besaran belanja serta honorarium sebagaimana yang tertuang dalam RAB.

“Kalau detail rincian peruntukan dana block grant ini langsung saja tanyakan ke Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab,” kilahnya, Senin (11/9/2017).

Kepala Sekolah SMPN 22 Kota Bekasi, Dela Giriwarwa juga mengklaim kurang hafal terhadap rincian-rincian peruntukan dana block grant tersebut. Menurutnya, untuk honor tukang dan konsultan proyek dari total dana Rp375 juta, dialokasikan sebesar Rp200 juta.

“Pihak sekolah kan kurang faham dengan hitung-hitungan proyek karena bukan bidang kita. Jadi kan rencana anggaran biaya (RAB) dari konsultan dan pelaksanaan block grant ini konsultasi dengan pihak Dinas Pendidikan,” kata Dela mengungkapkan realisasi pembangunan meliputi perbaikan pintu, pengecatan, rehab plafon dan atap tiga ruang kelas.

“Tiga unit gedung yang kita rehab itu memang belum diserahterimakan, karena memang bangunan itu belum sampai 5 tahun. Tapi kan faktanya atap dari gedung itu udah ambruk, yah gak tau lah apakah kualitas bangunanya gak bagus. Kemarin udah dirapatkan kok dengan BPKAD dan Disbangkim,” kelakarnya.

Namun, beberapa kali disinggung perincian spesifikasi peruntukan penggunaan dana Block Grant itu, Penanggungjawab dan Ketua Panitia Pelaksana tidak bisa menguraikan dan menjelaskanya dan berdalih tidak hafal. (lam)

686 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama