Petak Umpat Pembangunan Cluster di Jakasetia

0

METROBEKASI.CO – Kembali berulah, developer perumahan cluster di Jl. RH. Umar RT.005/18 Kelurahan Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan seolah menantang Pemerintah Kota Bekasi dengan cara tidak memenuhi kewajiban melengkapi perizinan.

Dari informasi yang diperoleh bahwa pembangunan perumahan cluster yang berjumlah 21 unit tersebut baru mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebanyak 5 unit. Namun di lokasi pembangunan belum terdapat plank IMB yang dikeluarkan oleh BPMPPT Kota Bekasi. Sementara proses sudah berjalan hampir 90 persen.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas PUPR Kota Bekasi, Yudianto mengatakan pihaknya belum mendapat informasi dan berkas pengajuan pembangunan perumahan cluster tersebut. Karena itu, Yudianto menugaskan pegawainya untuk terjun ke lokasi guna memastikan perizinan yang dimaksud.

“Untuk pelaksanaan pengecekan ke lokasi hari ini, tapi menunggu SP dari pimpinan,” kata Yudianto, Kamis (31/8/2017).

Selain itu, Yudianto juga mengklaim belum mengetahui nama perusahaan perumahan cluster. Karena belum adanya berkas yang diterima, sehingga pihaknya belum berani untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

“Itu dia, saya juga gak tahu. Nanti saya tunggu laporan dari staf yang ke lapangan. Selanjutnya akan dipanggil untuk klarifikasi terhadap perizinan,” tambahnya.

Sementara itu, Yanto salah seorang konsumen yang membeli unit perumahan cluster tersebut mengaku tidak mengerti soal perizinan dan kewajiban pengembang terhadap lingkungan dan penyediaan lahah fasos dan fasum.

Menurut Yanto, ia membeli rumah melalui KPR Bank Tabungan Negara dengan uang muka senilai Rp 150 juta dan angsuran sebesar Rp 4juta perbulan selama sepuluh tahun.

“Nama perusahaannya saya lupa. Tetapi memang agak sulit pengembangnya untuk ditemui. Waktu penyerahan kunci saja, saya harus menunggu beberapa waktu,” ungkap Yanto di tengah kesibukan merenovasi bagian depan halaman rumahnya.

Namun begitu, Yanto berharap tidak ada persoalan yang terjadi terhadap rumahnya, apalagi sampai disegel oleh Pemerintah Kota Bekasi lantaran belum mengantongi izin.

“Saya gak ngerti apa-apa soal izin. Nanti saya buka berkas dan akan kasih informasi tentang nama perusahaan dan alamat kantornya,” tandasnya. (lam)

702 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama