FDS Bungkam Nilai Religi Masyarakat Bekasi

0
pmii kabupaten bekasi soal fds
PC PMII Kabupaten Bekasi melakukan unjuk rasa menolak full day school yang diterapkan oleh Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi.

METROBEKASI.CO – Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi mendesak pemerintah untuk mencabut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Hal itu lantaran berseberangan dengan nilai-nilai kultur Bangsa Indonesia terutama pola pendidikan yang telah diterapkan oleh para ulama puluhan tahun silam.

Selain itu, Peraturan yang digagas oleh Muhadjir Effendi juga kontradiksi terhadap historis sosiologis Kabupaten Bekasi yang kental dengan nilai-nilai keagamaan serta sarana dan prasarana pendidikan yang belum merata.

“Jika alasan diterapkannya aturan tersebut untuk pendidikan karakter, bukankah Madrasah Diniyah adalah sebuah institusi pendidikan yang sudah teruji sejak lama dalam membina mental bangsa Indonesia,” ujar Harun saat melakukan aksi di depan gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (30/8/2017).

Menurutnya, narasi sejarah membuktikan bahwa peran ulama dan santri dalam memperjuangkan NKRI sangat besar. Salah satunya adalah dengan mengembangkan pendidikan dasar (Diniyah Awaliyah) terhadap anak-anak.

Diantara para pemuka agama di Kabupaten Bekasi yang mewakafkan diri untuk memperjuangkan pengembangan Madrasah Diniyah adalah KH. Noer Alie Babelan, KH. Ma’mun Nawawi Cibarusah, KH. Ahmad Fudholi Cikarang.

Dalam unjuk rasa yang berlangsung selama satu jam itu, PMII menyatakan sikap dan menuntut Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Selain itu, DPRD juga didesak untuk membuat Perda tentang Madrasah Diniyah dan Perda tentang beasiswa bagi siswa dan mahasiswa. (lam)

694 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama