Pembangunan SMKN 12 Terancam Gagal

0
jajak pendapat smkn 12 bekasi

METROBEKASI.CO – Akibat sengketa pemanfaatan lahan Fasos Fasum oleh Yayasan Pendidikan Miftahul Janah di Perum Jati Bening Dua Jalan Beringin 1 Kota Bekasi, mengancam proses pembangunan Gedung SMKN 1 Kota Bekasi.

Dalam jajak pendapat yang dihadiri Ketua Badan Akuntabilitas Publik Abdul Gafar Usman, Anggota DPD perwakilan Jawa Barat Ayi Hambali, Anggota DPD perwakilan Lampung Andi Surya, Anggota DPD perwakilan Kalimatan Selatan Antung Fatmawati, DPD perwakilan Sulawesi Barat Iskandar Muda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi, Kepala Satpol PP Kota Bekasi, para guru dan warga setempat membahas solusi permasalahan tersebut.

Ayi Hambali mengatakan pihaknya hadir sebagai mediator. Terkait adanya penolakan dari beberapa pihak, Ayi berpendapat semua persoalan bisa diselesaikan secara kepala dingin.

“Makanya kita hadir disini, karena kita sudah mendengar persoalan yang disini beberapa waktu yang lalu. Hari ini belum bisa kita putuskan, hanya baru menampung masukan dan keluhan dari berbagai pihak. Ya kalau kami setuju saja jika lahan tersebut untuk di bangun gedung SMKN 12 tetapi harus ada solusinya dahulu serta penyelesaiannya harus baik, minimal ada kesepakatan bersama dengan masyarakat,” papar Ayi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan para siswa yang belum memiliki gedung sekolah.

“Ya kan lahan tersebut lahan milik pemerintah, saat ini kami ingin pergunakan lahan tersebut untuk sarana belajar para siswa SMKN 12 Kota Bekasi yang masih numpang gedung sekolah milik SD. Kita terus perjuangkan anak – anak Kota Bekasi, memang ini wewenang Provinsi namun kita juga terus lakukan upaya agar gedung untuk anak- anak kita belajar segera terwujud, ya kalau ada penolakan seperti ini bagaimana kita bisa cetak generasi penerus yang memiliki kualitas?, dan pihak yang sangat kuatir jika nanti kalau dibangun gedung SMKN akan banjir tidak perlu cemas karena soal pembangunan akan ada tim teknisnya yang sangat paham dengan kondisi lingkungan,” kata Ali.

Amra selaku guru SMKN 12 Kota Bekasi yang hingga saat ini muridnya masih belum memiliki gedung juga mengatakan, pihaknya sangat berharap persoalan ini dapat selesai dengan bijak dan tidak berlarut – larut, baginya kepentingan muridnya diatas segalanya.

“Saya berharap penuh kedatangan pihak DPD RI, dan pihak lainnya dapat menghasilkan solusi yang terbaik serta persoalan ini tidak berlarut, karena bagi saya yang terpenting adalah kebutuhan murid,kasian para murid selama ini belajar dalam keadaan dengan fasilitas yang jauh dari kata layak,” tutupnya. (ael)

744 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama