Sholihin: Orang Jawa Timur Boleh Dipanggil ‘Gus’

0
dpc ppp kota bekasi
REKLAME: Spanduk besar bakal calon walikota Bekasi di Jalan Ahmad Yani Bekasi yang terpampang wajah Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin mendapat protes dari GP Ansor Kota Bekasi.

METROBEKASI.CO – Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mengungkapkan alasan dirinya menggunakan sebutan ‘Gus Shol’ lantaran ingin mudah diingat masyarakat. Apalagi dirinya mempunyai hajat untuk menjadi bakal calon Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2018, sehingga penggunaan sebutan yang populis dapat menguntungkan dirinya.

Sholihin juga menjelaskan bahwa setiap orang Jawa Timur diperbolehkan menyandang sebutan ‘Gus’, sekalipun orang tersebut bukan dari kalangan priayi maupun keturunan bangsawan.

“Gus atau Cak itu nama panggilan orang Jawa Timur, siapa pun boleh memakai itu,” kata Sholihin menceritakan dirinya juga berasal dari Jawa Timur dan berkultur NU, sehingga penggunaan ‘Gus Shol’ sebagaimana yang belakangan ini dilakukan olehnya adalah hal yang wajar dan tidak bertentangan dengan norma sosial dan kultural.

“Panggilan Gus atau Cak biar simpel dan mudah diingat,” katanya.

[Baca juga: Mendadak ‘Gus Shol’, Ansor Kecam Sholihin]

Mengenai kritik yang dilontarkan terhadapnya, Sholihin menanggapi dingin. Menurutnya, era demokrasi ini tidak mengekang setiap individu bangsa untuk menyampaikan pendapat, termasuk menyoal sebutan ‘Gus’ terhadap dirinya.

“Kan sekarang zamannya demokrasi, setiap orang menyampaikan sesuatu sah-sah saja dan dijamin oleh konstitusi kita,” tambahnya.

Sementara dalam menyukseskan hajatnya menjadi kepala daerah, Sholihin membeberkan rencananya untuk menyambangi seluruh organisasi kemasyarakatan yang meliputi organisasi keagamaan, kepemudaan dan organisasi lainnya.

“Saya punya program untuk silaturrahmi ke semua ormas-ormas islam yang ada di Kota Bekasi dan juga aktivis-aktivis termasuk salah satunya Ansor,” kilasnya. (lam)

912 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama