Catatan Sidang Istimewa Mahasiswa, Bupati Gagal

0
sidang paripurna istimewa mahasiswa bekasi

METROBEKASI.CO – Hari jadi Kabupaten Bekasi ke 67, diwarnai aksi nyentrik pemuda dan mahasiswa, dengan menggelar ‘Sidang Istimewa’ ala parlemen jalanan yang berlangsung di kolong jembatan fly over Tegal Danas Cikarang Pusat, Selasa (15/8/2017).

Sidang tersebut membacakan catatan-catatan kegagalan Neneng Hasanah Yasin selama menjabat sebagai Bupati Bekasi. Diantara yang paling mencolok ialah persoalan pengangguran di tengah derasnya laju investasi di daerah tersebut.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi, Adiyanto Saputra menyatakan Kabupaten Bekasi dengan segudang potensi seperti, industri, migas dan pertanian, seharusnya menjadi modal untuk mensejahterakan rakyat. Tetapi kenyataannya berbanding terbalik, yang terjadi kemiskinan, gizi buruk, jalan rusak serta pengangguran masih tinggi.

“Bekasi itu nomor 3 setelah Jakarta dan Surabaya, itu hasil survey detik finance. Tapi, angka kemiskinan dan pengangguran masih tinggi. Kasus korupsi juga tinggi. Bahkan, anggaran untuk mess mahasiswa aja diduga dikorupsi,” cetus Adi.

Momentukan hari jadi Kabupaten Bekasi menurut Adi, harus menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi, agar memiliki kepekaan terhadap nasib rakyat.

“Pemkab mesti punya komitmen dan paradigm pembangunan yang jelas. APBD itu dari, oleh dan untuk rakyat dan dipergunankan sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Hildan, Perwakilan mahasiswa dari KAPEMASI (Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bekasi) Bandung, yang turut menjadi peserta Sidang Paripurna Istimewa. Hildan mengatakan, banyak persoalan yang sangat kompleks, salah satunya faktor kemiskinan yang terletak di dekat rumah Bupati. Sangat tidak berbanding lurus dengan kawasan industri terbesar se-Asia tenggara namun jumlah kemiskinan kurang lebih mencapai 11,5% dari 3,5 juta jiwa penduduk yang ada di Kabupaten Bekasi, tegasnya.

“Banyank pengagguran. Ini sangat aneh terhadap realita 20 kawasan industri dan 5,800 perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi. Jumlah penyerapan tenaga kerja hanya 10 persen saja,” kata dia.

Jumlah anak yang terkena gizi buruk juga menurut Wildan mencapai 80 anak lebih pada tahun ini yang terbagi di berbagai wilayah yang di antaranya yaitu daerah Setu, Babelan dan Bojongmanggu.

“Selama dua periode Bupati menjabat tak prioritaskan terkait kesehatan. Belum lagi ruang terbuka hijau (RTH) yang berganti alih menjadi proyek yang tak memiliki izin,” tandasnya. (san)

785 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama