Tiga Pasangan Bakal Ramaikan Pilkada Kota Bekasi

0
forjas

METROBEKASI.CO – Konstalasi politik jelang Pilkada Kota Bekasi 2018 telah mengarah pada bangunan koalisi lintas partai yang akan menentukan siapa bakal calon wali kota dan wakil yang akan diusung. Penjajakan terus dilakukan oleh para petinggi partai politik, dan yang teranyar adalah munculnya poros tengah yang bisa menjadi kuda hitam dalam percaturan politik di Kota Bekasi.

Namun dari konstalasi yang ada memprediksi Pilkada Kota Bekasi 2018 bakal diikuti oleh tiga pasangan calon yang masing-masing diusung oleh koalisi PKS-Gerindra, kemudian PDIP yang memiliki peluang mengusung calon tanpa koalisi, dan kontestan ketiga ialah koalisi yang tengah dijajaki Golkar bersama partai poros tengah.

PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014, merupakan satu-satunya partai yang memiliki tiket untuk mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi dengan partai mana pun. Karena dari jumlah perolehan suara terdapat 12 kursi anggota DPRD Kota Bekasi atau dengan presentase sebesar 22,9 persen.

Ketua PDIP Kota Bekasi, Anim Imamudin mengatakan pihaknya tetap berupaya untuk membangun koalisi dengan partai lainnya. Pilkada 2013 lalu menurutnya menjadi pelajaran penting bagi PDIP yang gagal mengantarkan calonnya menjadi kepala daerah karena kalah saing dengan koalisi PKS-Golkar.

“Kita mengakui pada pilkada lalu PDIP gagal. Ini jadi pengalaman yang penting sehingga perlu untuk mewujudkan koalisi dengan partai lain untuk memenangkan Pilkada 2018,” ujar Anim dalam Diskusi Publik “Mencari Wali Kota Bekasi 2018” yang digagas oleh Forum Jurnalis Bekasi bekerjasama dengan Dakta Network dan DPD KNPI Kota Bekasi, Jumat (11/8/2017) di Graha Wulansari Bekasi.

Meski begitu, PDIP tidak memaksakan partai lain untuk berkoalisi. Sebab, tiket yang tersedia sudah bisa mengantarkan PDIP membidik kursi Wali Kota Bekasi.

“PDIP akan mengusung kadernya menjadi wali kota, dan saya salah satu nama yang masuk dalam urutan teratas. Meski tanpa koalisi, kita tetap akan maju untuk memenangkan Pilkada 2018,” ucapnya.

Keyakinan yang sama juga diutarakan oleh Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi, Heri Budi Susetyo yang mengusung Rahmat Effendi untuk kembali menjadi wali kota.

Meski prosentase suara hanya 15,8 persen, dan ditambah tidak lagi berkoalisi dengan PKS, Heri meyakini Golkar akan tetap memiliki jatah untuk mengusung calon wali kota. Hanya saja caranya dengan membangun koalisi dengan partai lain guna menutupi kekurangan suara.

Partai poros tengah yang belakangan ini menjajaki diri untuk membangun koalisi lintas partai, memberi sinyal untuk berkoalisi dengan Golkar dengan pertimbangan figur yang diusung (Rahmat Effendi) memiliki rating survey tertinggi dan paling berpeluang memenangkan Pilkada 2018.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bekasi, Andi Zabidi mengatakan partai yang memiliki kursi lebih sedikit dari PDIP, Golkar, PKS dan Gerindra, sepakat untuk membentuk koalisi poros tengah dan mengusung kandidat calon wali kota dan wakilnya. Hanya saja diakui Andi, Golkar tidak memiliki peluang apabila partai poros tengah tidak turut berkoalisi. Sehingga dengan begitu, poros tengah yang digagasnya menawarkan diri membentuk koalisi dengan partai golkar.

“Kita bisa saja mengusung calon sendiri karena jika diakumulasi jumlah presentase lebih dari 20 persen. Tetapi pertimbangannya adalah figur yang diusung Golkar memiliki elektabilitas tinggi, sehingga kita menjajaki Golkar yang hanya punya 8 kursi di DPRD untuk berkoalisi,” kata Andi Zabidi memaparkan koalisi poros tengah yang sudah terbangun ialah Demokrat dengan jumlah 4 kursi di DPRD, PAN 4 kursi, PPP 4 kursi, Hanura 4 kursi dan PKB 1 kursi.

Sementara di sisi lainnya, Gerindra dan PKS yang sudah membangun koalisi permanen juga menyatakan bakal mengusung kandidat calon wali kota dan wakilnya, karena dari perolehan suara pada Pileg 2014, kedua partai ini memiliki jumlah 13 kursi.

“Koalisi PKS-Gerindra adalah turunan dari pusat, dan kita sudah meyakini untuk mengusung kandidat yang bisa memberikan rasa adil bagi masyarakat,” ujar Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara.

Mengenai nama yang bakal diusung PKS-Gerindra, menurut Heri masih dalam tahap penggodokan di DPP. Hanya saja untuk PKS sendiri, ia optimis bakal mendapat restu dari DPP untuk maju menjadi calon wali kota Bekasi. (lam)

554 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

ika pmii bekasi

Tinggalkan pesan

Masukan komentar Anda
Masukan nama